SMART CITY

SMART CITY

smart city      Smart city alias kota pintar bisa saja diwujudkan di Indonesia. Namun menurut Guru Besar STEI Institut Teknologi Bandung, Suhono Harso Supangkat, ada syaratnya. Salah satunya, Indonesia butuh akses broadband yang stabil dan luas.

“Teknologi broadband adalah salah satu yang dibutuhkan untuk mewujudkan smart city dari sisi infrastruktur selain transportasi umum, air, energi, lingkungan hidup. Faktor lainnya adalah kepemimpinan, komitmen dan peran serta swasta, masyarakat, dan universitas,” paparnya di Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Apa manfaat dari Smart City?

  • Memperbaiki permasalahan di masyarakat
  • Meningkatkan layanan publik
  • Menciptakan pemerintahan yang lebih baik
  • Mencerdaskan masyarakat
  • Mengelola potensi kota dan potensi SDM

 

Smart City : 10 elemen utama dan 6 jenis pembagian

  1. 10 elemen utama Smart City yaitu infrastruktur, modal, aset, perilaku, budaya, ekonomi, sosial,
    teknologi, politik, lingkungan.
  2. 6 jenis pembagian Smart City antara lain Smart Economy (ekonomi), Smart Mobility (transportasi), Smart Governance (tata kelola), Smart People (pendidikan), Smart Living (kualitas hidup), Smart Environtment (lingkungan).

 

Smart City : 6 poin penting

  1. Pengembangan dan pemanfaatan arsitektur jaringan komputer.
  2. Keterbukaan informasi serta simulasi ekonomi dan keilmuan.
  3. Pengembangan inovasi dan kreaktifitas masyarakat.
  4. Simulasi terhadap sisi enterprise dan kewirausahaan.
  5. Tatanan pemerintahan yang lebih partisipatif dan demokrasi,
  6. Keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

 

3 Dimensi Pada Smart City

  1. Dimensi Teknologi.
    Komputerisasi/digital, smart/pintar, layanan selalu ada dan dapat diakses di mana – mana, terkoneksi ke jaringan, dan memberikan informasi.
  2. Dimensi People.
    Kreaktifitas, kemanusiaan, pembelajaran dan transfer/berbagi ilmu, sumber ilmu pengetahuan dan riset.
  3. Dimensi Community.
    Tercipta komunitas dan masyarakat yang smart.

 

Aplikasi Berbasis Smart City :
6 buah karakteristik :

  1. Sensible –> melakukan sensor –> WSN, GIS.
  2. Connectable –> sensor terhubung ke aplikasi dan pengguna melalui jaringan komputer.
  3. Ubiquitous –> dapat diakses kapanpun dan dimanapun, mobile.
  4. Sociable –> terhubung satu sama lain –> social media, social network.
  5. Shareable –> berbagi informasi ke jejaring.
  6. Visible/Augmented –> informasi diakses secara fisik –> augmented reality.

 

6 Level Penerapan Smart City (oleh Prof Suhono STEI ITB)

  1. Level 0 –> msh kota biasa, ada potensi menjadi Smart City.
  2. Level 1 –> mulai menjadi Smart City –> tersedia internet secara menyeluruh.
  3. Level 2 –> setiap kota saling terhubung –> MAN (Metropolitan Area Network).
  4. Level 3 –> open information dan open data (bertukar informasi dan data) antar kota secara online.
  5. Level 4 –> tiap kota memiliki informasi penting tersendiri + nilai penting di dalamnya.
  6. Level 5 –> integrasi yang baik antar kota –> kombinasi level 2,3,4